Priapismus merupakan ereksi penis yang berkepanjangan. Ereksi yang berlangsung terus menerus berjam-jam setelah atau tidak disebabkan oleh rangsangan seksual. Wikipedia mengatakan Priapismus adalah kondisi medis yang menyakitkan dan berpotensi bahaya karena penis berereksi dan tidak dapat kembali kepada keadaannya yang semula dalam waktu di bawah empat jam, walaupun rangsangan fisik atau psikologis sudah diberikan.

Penyebab Priapismus

Pada penderita priapismus, ereksi tidak dipicu oleh rangsangan seksual. Kondisi ini terjadi ketika terdapat gangguan pada aliran darah di penis. Penyebab priapismus belum diketahui secara pasti, namun priapismus terbagi menjadi dua tipe, dengan gejala dan pengobatan yang berbeda. Kedua tipe itu adalah priapismus iskemik dan priapismus noniskemik.

Gejala Priapismus

Gejala bervariasi tergantung pada jenis priapismus. Dua jenis priapismus utama adalah priapismus iskemik dan non-iskemik.

Priapismus iskemik

Priapismus iskemik, juga disebut priapismus aliran rendah, adalah hasil dari darah yang tidak dapat meninggalkan penis. Ini adalah jenis priapismus yang lebih umum. Tanda dan gejala termasuk:

  • Ereksi berlangsung lebih dari empat jam atau tidak terkait dengan minat atau rangsangan seksual
  • Batang penis penis kaku, tetapi ujung penis (glans) lembut
  • Nyeri penis progresif

Priapismus berulang atau gagap, suatu bentuk priapisme iskemik, adalah kondisi yang tidak umum. Ini lebih sering terjadi pada laki-laki yang memiliki gangguan turunan yang ditandai oleh sel-sel darah merah berbentuk abnormal (anemia sel sabit). Sel sabit dapat memblokir pembuluh darah di penis.

Priapisme berulang menggambarkan episode berulang ereksi berkepanjangan dan sering termasuk episode priapisme iskemik. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dimulai dengan ereksi yang tidak diinginkan dan menyakitkan dengan durasi yang pendek dan dapat berkembang dari waktu ke waktu untuk ereksi yang lebih sering dan lebih lama.

Priapisme non-ekhemis

Priapismus non-iskemik, juga dikenal sebagai priapismus aliran tinggi, terjadi ketika aliran darah penis tidak diatur dengan tepat. Priapisme non-iskemik biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tanda dan gejala termasuk:

  • Ereksi berlangsung lebih dari empat jam atau tidak terkait dengan minat atau rangsangan seksual
  • Batang penis penis tegak, tetapi sepenuhnya tidak kaku

Diagnosis Priapismus

Priapismus dapat bersifat darurat, sehingga dokter akan memeriksa dengan cepat dan melakukan tindakan penanganan untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Bila diperlukan, pemeriksaan analisis gas darah yang langsung diambil pada pembuluh darah penis atau USG penis dibutuhkan untuk mengetahui tipe priapismus.

Apabila priapismus sementara telah teratasi, dokter akan mencari tahu faktor yang menjadi pemicu terjadinya priapismus. Akan dibutuhkan pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi penyebab priapismus dan langkah pengobatan lanjutan yang akan dilakukan, untuk mencegah kekambuhan. Jenis pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi:

  • Tes darah, untuk mengukur jumlah sel darah merah dan trombosit. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengidentifikasi kelainan atau penyakit yang diduga menjadi penyebab yang mendasari priapismus, seperti anemia sel sabit.
  • Tes toksikologi, untuk mendeteksi kandungan obat penyebab priapismus melalui sampel urine.
  • USG penis, selain untuk mengukur aliran darah di dalam penis dan menentukan jenis priapismus, USG penis dapat mendeteksi cedera atau kelainan yang menjadi penyebab priapismus.

Komplikasi Priapismus

Priapismus iskemik dapat menyebabkan komplikasi yang bersifat serius jika tidak segera ditangani. Darah yang terperangkap ketika penis mengalami ereksi dalam jangka waktu lama, akan mengalami kekurangan oksigen.

Darah yang kekurangan oksigen dapat merusak atau menghancurkan jaringan penis. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Cedera penis atau panggul yang menyebabkan priapismus noniskemik juga dapat menyebabkan infeksi pada jaringan dalam penis.

Pencegahan Priapismus

Langkah pencegahan utama priapismus adalah dengan mengobati penyakit yang menyebabkan priapismus, misalnya pengobatan anemia sel sabit. Selain itu, ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mencegah serangan priapismus berulang, yaitu:

  • Phenylephrine tablet atau suntik.
  • Konsumsi obat disfungsi ereksi, seperti sildenafil atau tadalafil.

Pengobatan Priapismus

Langkah penanganan priapismus dilakukan berdasarkan jenis priapismus yang dialami oleh pasien. Priapismus noniskemik umumnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa melalui prosedur tindakan pengobatan tertentu. Penanganan awal untuk meredakan ereksi dapat dilakukan sendiri di rumah. Langkah penanganan awal tersebut meliputi:

  • Memperbanyak konsumsi cairan.
  • Mencoba untuk buang air kecil.
  • Berendam dengan air hangat.
  • Melakukan olahraga ringan, seperti jalan santai atau lari di tempat.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, jika diperlukan.

Bila ereksi tidak mereda, segera konsultasikan dengan dokter, Anda mungkin mengalami priapismus iskemik, yang perlu mendapat penanganan dari dokter.

Apabila priapismus terjadi akibat cedera, prosedur operasi terkadang dilakukan guna memperbaiki pembuluh darah atau jaringan penis yang rusak. Selain itu, operasi juga dapat dilakukan dengan memasukkan bahan, seperti gel, untuk memblokir aliran darah ke penis Anda untuk sementara.

Untuk priapismus iskemik, tindakan pengobatan yang dilakukan adalah:

  • Terapi obat. Obat perangsang sistem saraf yang mengatur pembuluh darah, seperti phenylephrine. Obat ini diberikan melalui suntikan langsung ke penis dan pemberian dosis dapat diulangi, jika diperlukan.
  • Mengeluarkan darah yang menumpuk pada penis. Dengan menggunakan jarum kecil, darah yang menumpuk akan dikeluarkan hingga ereksi mereda. Setelah tindakan selesai, penis akan dibersihkan dengan cairan steril.
  • Operasi. Tindakan pembedahan dilakukan dengan mengubah rute aliran darah penis. Operasi dilakukan jika terapi lain dianggap tidak efektif untuk menangangi priapismus iskemik.

Demikianlan pembahasan mengenai Penyebab, Gejala dan Pengobatan Priapismus. Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here