Sindrom metabolik merupakan serangkaian kondisi di mana penderita mengalami peningkatan tekanan darah, gula darah, lemak di area pinggang, dan peningkatan kolesterol yang terjadi secara bersamaan sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke dan diabetes. Wikipedia mengatakan sindrom metabolik adalah pengelompokan setidaknya tiga dari lima berikut kondisi medis: obesitas sentral , tekanan darah tinggi , gula darah tinggi , trigliserida serum yang tinggi , dan serum rendah high-density lipoprotein (HDL).

Kondisi-kondisi yang terdapat di dalam sindrom metabolik merupakan faktor risiko untuk mengalami penyakit yang serius. Contohnya, serangan jantung dan stroke.

Faktor risiko yang membuat sindrom metabolik adalah kadar kolestrol yang melebihi normal, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi, dan kelebihan lemak perut, yang meningkatkan potensi seseorang untuk mendapatkan masalah kesehatan.

Sindrom metabolik itu meliputi diabetes dan penyakit jantung serta pembuluh darah. Secara spesifik, sindrom metabolik dapat menyebabkan arteriosklerosis atau penebalan arteri.

Hal ini terjadi ketika lemak, kolestrol, dan zat lain menempel di sisi dalam pembuluh darah arteri. Hal ini menyebabkan arteri menjadi tersumbat dan gumpalan darah terbentuk ketika dinding arteri rusak.

Jika gumpalan darah terbentuk, maka aliran darah ke jaringan jantung menjadi berkurang, suplai oksigen menjadi berkurang, sehingga menyebabkan nyeri dada (infark). Ketika gumpalan darah sudah cukup besar aliran darah benar-benar terhambat dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Penyebab sindrom metabolik

Penyebab utama sindrom metabolik adalah berat badan yang berlebihan dan pola hidup yang kurang aktif. Kondisi ini juga berhubungan dengan kecenderungan munculnya resistensi insulin pada beberapa orang.

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Usia. Risiko terjadinya sindrom metabolik akan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Komplikasi diabetes. Jika pernah mengalami diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan) atau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, risiko seseorang untuk terkena sindrom metabolik juga akan meningkat.
  • Penyakit lain, contohnya sindrom ovarium polikistik.

Gejala sindrom metabolik

Sebagian besar faktor risiko sindrom metabolik tidak memiliki gejala apapun. Anda biasanya tidak bisa merasakan tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Seringkali, satu-satunya tanda yang tampak adalah adanya ekstra lemak di perut.

Jadi, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki sindrom metabolik adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Selain itu, medical check-up adalah kunci untuk tetap sehat.

Diagnosis sindrom metabolik

Sindrom metabolik sangat jarang menyebabkan gejala yang mengganggu. Satu-satunya indikasi fisik yang dapat terlihat adalah ukuran lingkar pinggang yang melebihi batas normal.

Dalam mendiagnosis sindrom ini, dibutuhkan serangkaian pemeriksaan yang umumnya meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, serta pemeriksaan darah guna mendeteksi kadar gula darah sekaligus kolesterol pasien.

Pencegahan dan pengobatan sindrom metabolik

Membuat perubahan gaya hidup

Olahraga adalah cara yang bagus untuk menurunkan berat badan. Bahkan, jika Anda tidak kehilangan satu gram berat badan pun, olahraga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol, dan meningkatkan resistensi insulin.

Jika Anda lama tidak berolahraga, mulailah perlahan-lahan. Cobalah dengan membakar kalori dengan berjalan. Lakukan aktivitas fisik yang lebih banyak. Ketika Anda berjalan kaki, mungkinkan untuk menambah sedikit waktu untuk mengambil rute untuk mendapatkan beberapa pemandangan dan langkah tambahan.

Untuk melacak seberapa jauh Anda melangkah, belilah pedometer (penghitung langkah). Secara bertahap tingkatkan aktivitas fisik Anda sampai Anda melakukannya pada sebagian besar hari dalam seminggu. Tapi jangan terlalu ambisius.

Jika Anda mencoba latihan yang terlalu berat, Anda akan cepat bosan dan menyerah. Anda perlu menemukan tingkat latihan yang sesuai kepribadian Anda.

Makan sehat

Makan makanan yang sehat dapat memperbaiki kolesterol, resistensi insulin, dan tekanan darah, bahkan jika berat badan Anda tetap sama. Nasihat tentang makan yang sehat, tanyakan pada dokter atau ahli gizi.

Jika Anda memiliki penyakit jantung atau diabetes, Anda perlu merencanakan menu makan khusus. Secara umum, diet yang rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan garam; banyak buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan biji-bijian telah terbukti membantu meringankan kondisi orang dengan darah tinggi dan risiko lebih tinggi penyakit kardiovaskular.

Banyak dokter menyarankan makanan Mediterania atau diet DASH. Makanan tersebut menekankan lemak baik (seperti lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun) dan keseimbangan karbohidrat dan protein.

Turunkan berat badan

Penurunan berat badan sering merupakan hasil dari berolahraga dan makan dengan menu sehat. Berat badan dapat meningkatkan setiap aspek dari sindrom metabolik.

Berhenti merokok

Ini bukan merupakan faktor risiko untuk sindrom metabolik, namun merokok sangat meningkatkan resiko pembuluh darah dan penyakit jantung.

Salah satu penelitian tahun 2005 yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bagaimana perubahan gaya hidup yang dapat mencegah sindrom metabolik. Para peneliti mengamati lebih dari 3.200 orang yang sudah memiliki gangguan toleransi glukosa, suatu keadaan sebelum seseorang terkena kencing manis.

Satu kelompok diperintahkan untuk melakukan perubahan gaya hidup. Kelompok tersebut dieksekusi 2,5 jam seminggu dengan makan rendah kalori dan diet rendah lemak.

Setelah tiga tahun, orang dalam kelompok ini memiliki 41% lebih kecil kemungkinan untuk mengalami sindrom metabolik dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup juga sekitar dua kali lebih efektif dalam menurunkan gula darah dengan menggunakan obat diabetes Glucophage.

Demikianlah pembahasan mengenai Penyebab, Gejala dan Pengobatan Sindrom Metabolik. Sekian dan terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here