Vertigo merupakan kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar. Penderita dapat mengalami vertigo dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Menurut Wikipedia vertigo adalah salah satu bentuk sakit kepala di mana penderita mengalami persepsi gerakan yang tidak semestinya (biasanya gerakan berputar atau melayang) yang disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular.

Tergantung tingkat keparahan, vertigo dapat berlangsung selama beberapa menit atau jam. Jika vertigo yang dialami cukup berat, berisiko membuat penderitanya terjatuh.

Vertigo bisa terasa mirip dengan mabuk perjalanan. Vertigo pada anak juga bisa terjadi jika anak-anak bermain berputar-putar dan berhenti tiba-tiba. Kejadian pada anak ini biasanya berkaitan dengan aktivitas anak tersebut. Namun, jika orang dewasa juga mengalami gejala yang mirip vertigo pada anak padahal tidak baru melakukan aktivitas serupa, hal tersebut perlu diwaspadai.

Penyebab vertigo

Vertigo dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti migran, diabetes, stroe penyakit parkinson, tumor otak dan vertigo lebih berisiko terjadi pada seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Gejala vertigo

Gejala vertigo biasanya menggambarkannya sebagai perasaan seperti:

  • Berputar
  • Miring
  • Bergoyang
  • Tidak seimbang
  • Terasa ditarik ke satu arah
  • Merasa mual
  • Gerakan mata yang abnormal atau menyentak (nystagmus)
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Dering di telinga atau pendengaran
  • Gejala vertigo bervariasi pada penderitanya. Gejala vertigo dapat berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam atau lebih dan dapat datang dan pergi.

Pengobatan vertigo

Pasien dapat mengatasi vertigo dengan duduk diam saat gejala kambuh. Beberapa jenis obat juga bisa digunakan untuk meredakan gejala, namun harus dengan resep dokter. Pengobatan yang diberikan dokter kepada pasien dapat berbeda-beda, tergantung penyebab yang mendasarinya.

Vertigo bisa dicegah dengan beberapa cara, antara lain:

  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
  • Duduk diam sejenak saat bangun tidur.
  • Gerakkan kepala secara perlahan.
  • Hindari posisi membungkuk, agar vertigo tidak kambuh.

Obat untuk mengatasi vertigo

Obat vertigo tergantung pada apa yang menyebabkannya. Dalam banyak kasus, tanpa harus mencari vertigo obatnya apa, vertigo hilang sendiri. Terjadinya kesembuhan tanpa obat vertigo ini dikarenakan otak mampu beradaptasi, setidaknya sebagian, dengan adanya perubahan telinga bagian dalam, bergantung pada mekanisme lain untuk menjaga keseimbangan.

Bagi beberapa orang, obat vertigo yang dibutuhkan dapat termasuk:

  • Rehabilitasi vestibular. Ini adalah jenis terapi fisik yang bertujuan membantu memperkuat sistem vestibular. Fungsi dari sistem vestibular adalah untuk mengirim sinyal ke otak tentang kepala dan gerakan tubuh relatif terhadap gravitasi. Rehab vestibular mungkin disarankan jika Anda memiliki serangan berulang vertigo. Ini membantu melatih indra Anda untuk mengkompensasi.
  • Manuver reposisi kanalit. Pedoman dari American Academy of Neurology merekomendasikan serangkaian gerakan khusus untuk kepala dan tubuh dalam rangka menangani BPPV. Gerakan yang dilakukan untuk memindahkan deposit kalsium keluar dari kanal ke dalam ruang telinga bagian dalam sehingga mereka dapat diserap oleh tubuh. Anda mungkin akan memiliki gejala vertigo selama prosedur ketika kanalit bergerak. Seorang dokter atau ahli terapi fisik dapat memandu gerakan manuver ini. Gerakan aman dan seringkali justru efektif.
  • Obat. Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat diberikan untuk meringankan gejala seperti mual atau mabuk terkait dengan vertigo. Jika vertigo disebabkan oleh infeksi atau peradangan, antibiotik atau steroid dapat mengurangi pembengkakan dan menyembuhkan infeksi.
  • Untuk penyakit meniere, diuretik (pil air) dapat diresepkan untuk mengurangi tekanan dari penumpukan cairan.
  • Operasi. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk vertigo.
  • Jika vertigo disebabkan oleh masalah mendasar yang lebih serius, seperti tumor atau cedera pada otak atau leher, operasi untuk masalah tersebut dapat membantu untuk meringankan vertigo.

Demikianlah pembahasan mengenai Penyebab, Gejala dan Pengobatan Vertigo. Sekian dan terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here